Perawan menawan di lembayung senja
Entah kenapa hari ini aku merasakan sesuatu yang bergejolak dihatiku ,..mengenang masa itu, usiaku baru 19 tahun.setelah lulus SMA anagnku untuk pergi mernatu mencoba mengadu nasib di luar kota agar mendapat penghasilan sendiri karean kehidupan kami yang berbeda dengan lainnya, namun ibu ku melarang keras aku pergi merantau, secara materi ibu ku pedagang sukses namun setelah menikah lagi dengan seorang yang mengaku duda kehidupan kami berubah...sehingga kedua kakak perempuanku harus hidup di luar kota di titipkan pada famili (adik dari ibu) untuk meringankan kebutuhan keluarga kami yang ternyata suami baru ibuku masih berstatus ayah dari 5 orang anak .
sore itu...lembayung senja bergelayut manja, menampakan keelokan warna ...membuat hati terpana' keindahan dan keagungan ciptaan yang Maha kuasa ...kata orang aku adalah kembang desa di kampungku. bagaikan bunga yang sedang berkembang banyak kumbang yang datang,
aku terlahir sebagai gadis bungsu dari 8 bersaudara di tinggal ayah ketika masih usia 6 bulan kata ibu waktu ayah ku meninggal karena sakit kolera ketika aku masih menyusu,
ke tujuh kakak tidak tinggal serumah dengan ibu, kakak pertama sudah beristri dan tinggal jauh dari desa kami, kakak ke dua dan ketiga merantau ke jakarta, kakak ke empat sekolah kejar paket dikota sehingga sering menginap di rumah paman , dan ke dua kakak perempuanku di luarkoata di titipkan di saudara ibu untuk kursus menjahit,
Pagi yang cerah...lalu lalang orang sejagad begitu ramai melakukan interaksi dan transaksi, kebetulan rumahku depan pasar dan ibuku juragan, jadi rumah kami selaulu ramai setiap hari, pagi hingga siang hari..sebagai siswi biru putih paling seneng kalau malam berganti pagi, aktivitas rutin bersama teman ke sekolah , bergerobmol bercanada menapak mentari...tiba-tiba langkah kaki ini berhenti...jantung bedetak kencang sekali,gemurh dada berdesir membuat merona pipi ini...Duh Gusti"Perjaka idola sekolah sebelah datang menghampiri,Nie sapa dia",aku tersipu malu,teman - teman menggoda membuat makin tubuh ini berasa melayang...Kamu cantik sekali pakai gelang itu,sengaja aku beliin buat kamu loh...dipakai terus yah kita kapelan loh...tanpa disadari ternyata teman - teman kuu entah sudah lenyap dari hadapanku...
Bel berbunyi panjng tanda kelas usai...teman - teman sudah setia menunggu di depan gerbang ..panas matahari membuat badan gerah sekali, ada perasaan tak enak menyelimuti hati, tiba-tiba ada yang memanggil dengan suara parauh...nie'cepat naik ikut ibu ke Rumah Sakit, kakakmu sakit keras tadi muntah darah...tanpa menunggu lama saya beranjank masuk mobil bersama ibu, dalam perjalanan ke Rumah Sakit ibu terisak menahan tangis,sambil bergumam ibu menyesal kenapa kakakmu hars ibu titipkan ke paman sedangkan ibu mengurus anak bawaan bapa tiri...ak terdiam tidak berani bertanya apalagi protes...
kakakmu susah diatur'lihat akibatnya sakit paru-paru karena sering bergadang pulang malam dan salah pergaulan hardik paman yang sudah membawa kakak dan menunggu lama di Rumah sakit.
aku lihat kakak yang berbaring lemah didampingi ibu. dalam benak aku berdoa untuk kesembuhan kakaku tersayang...tetesan air mata tidak bisa ku bendung mengalir deras membasahi pipi. kakak anak yang baik,sholih , patuh sekali tidak pernah sekalipun aku mendengar kakak membantah ucapan ibu, kakak sangat hormat dan sayang pada ibu, tapi mengapa lain ceritanya ketika bersama paman ...
hari minggu saatnya aku berkunjung membezuk kakak bersama ibu, aku coba suapin kaka makan agar-agar batan ibu, Alhamdulillah kakaku sudah semakin membaik kata dokter hari ini sudah diperbolehkan pulang, kami senang sekali. sambil aku suapin kakak berceloteh dan bercanda ..nie besok ngamen lagi yuh?,, ...mendengar itu ibu cuman tersenyum , kami sudah biasa ngamen berdua sekedar melatih mental bermain gitar dan berinreaksi dengan orang yang sedang menikmati derunya alam pantai dikotaku..
satu minggu berlalu kakak kambuh lagi, tengah malam buta kakak muntah darah, ibu sangat panik sambil berlari keluar rumah mencari es batu untuk mengkompres dada kakakku sebagai pertolongan pertama sambil menunggu fajar menyingsing...pukul 06.00 wib datang amblan membawa pergi tubuh kakak ku yang sudah mulai layu, wajah pucat pasi memandang seakan memohon untuk disembuhkan, masih semangat berdo'a pada Ilallahi menginggat akan kesalahan yang pernah terjadi ..terjermus karena frustasi melihat keluarga yang tak harmonis lagi...
pertengkaran ibu dengan ayah tiriku setiap hari tak pernah berhenti, faktor ekonami yang memicu semua terjadi hingga tak ada yang ingin tinggal di rumah lagi....
hari itu sedang pelaksanaan Ujian Akhir di sekolahku, perasaan ku tak enak tun'gumam aku pada sahabatku...kenapa nie, entahlah ak juga tidak mengeri...
Sekolahku yang dekat dengan jalan raya hilir mudik kendaran yang berlal lalang menjadi pemecah konsentrasi ketika sedang pelaksanaan pembelajaran.
Bunyi sireni menggema hampir memecah telinga ...lama tak berhenti karena suasana jalan sedang sangat sepi hingga terjadi rasa yang menyayat hati.
kakak pertama ku bekerja sebagai Tu di tempat sekolahan ku, terlihat dari jauh sedang menerima telepon, wajahnya terlihat tegang sekali seakan ada yang sedang terjadi....Benar sekali dari pengeras suara terdengar panggilan namaku untuk segera datang ke kantor menghadap Kepala Sekolah dan di situ sudah ada kakak pertama ku yang segera memeluk ku, seraya lirih terdengan ucapan Inalillahi Wainailahi Rojiun... Mustofa kakak mu telah dipanggil yang Maha Kuasa ,Ikhlaskan dan maafkan segala kesalahan nya...tak kuasa menahan tangis yang sangat menyesak kan dada dan tumpahlah tangis yang sejadi-jadinya...sengaja kakak ku tidak membawa aku pulang terlebih dulu menunggu situasi di rumah stabil agar ketika sampai di rumah kami agak tenang kasihan ibu...
sesaat kami di ruang kepala sekolah pa kebun datang dan matur kepada Bapak kepala Sekolah bahwa kami sudah di jemput untuk mengurus upacara terakhir kakakku Mustofa Bin H.Abdullah.
Sasana kelabu berganti warna meriah..adik terakhir ibuku menikah ramai sekali dikediaman nenek ku yang hanya seorang diri maka ibu menginap untuk beberapa hari mengurs keperluan sana sini...
Sore yang sangat cerah warna kuning keemasan mulai memudar warna nya bagai lembayung senja bertanda berganti malam. Ada sepotong hati sang Perawan menawan menahan jerit tangis di dada...
Aku...sang perawan yang ditinggal sepi, Entah kenapa ayah tiriku seakan beraksi meminta membuka kamar yang ku kunci, mencoba merayu bagai iblis yang tak punya hati nurani, beringas endusan suaranya bagiakan singa yang akan menerkam mangsa...
aku terisak menangis menahan rasa takut yang tak henti...mau minta tolong pada siapa lagi,tak ada yang mendengar rintihan ku hanya aku seorang diri...dirumah yang sepi. dalam hati hanya doa yang memohon pada Ilahi untuk selamtkan diri..
Oh Allah' Selamatkanlah aku dari cengkeraman iblis,Dan Allah kabulkan doa, menurunkan malaikat penolong,tetangga sebelah datang mengantar sajian, tak mennggu lama sang perawan lari dari pintu belakang mencari bantuan ....
pagi hari kucoba adukan peristiwa semalam kepada ibunda...entah kenapa ibuku tidak percaya, bahkan marah sambil menghardik" anak perawan kelayaban sampai malam dan berani tidur diluar rumah,untung nenek datang membela...wong tidur dirumah simbahnya ko dilarang'....ahkirnya kami pulang dan sesampai dirmah si biadab ayah tiriku malah memaki aku seolah mau menghilangkan jejak biadabnya dhadapan ibu...dan setelah malam itu aku selalu menyimpan pisau di bawah bantal tempat tidurku,
Pulang sekolah rasa haus menyeka tenggorokanku dan langsung ku sambar air dalam gogok, ku tuangkan air untuk membasahi dahagaku... terdengar ibuku terisak dalam tangis mengatakan sesuatu,ayah mu pergi meninggalkan ibu...Spontan aku berseru, aku idak punya ayah, abahku sudah meninggal sejak 19 tahun yang lalu, dia bukan ayah ku dia penjahat"mendengar itu ibu baru percaya pada apa yang pernah kuadukan dulu... ayah tiri ku pergi setelah semua harta jerih payah ibuku habis di atas namakan dirinya, Diapun meninggalkan ibuku mencari mangsa baru yang hartanya bisa dikeruk seperti harta ibuku,
Dalam kesendirian ibu berucap biarlah harta dunia ku diambilnya yang terpenting harta akherat putriku selamat Alhamdulillah ya Allah Engkau masih melindungi putriku "Perawan menawan dilembayung senja "
Tran's Murnitea
Jum'at 22 Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar