Konsep Buku Non Fiksi


 Pertemuan      : ke 15

Gelombang       : 22

Narasmber       : Musiin,M.Pd.

Moderator       : Ms Phia

Assalamuaikum Wr. Wb. Selamat Malam, Good Evening, Gütten Nacht 
Ladies & Gents of future famous writers from all over Indonesia!
sapaan luar biasa dari Moderator kita yang berparas cantik Ms Phia 
membersamai pembelajaran malam ini .... sang Narasumber Ibu Musiin. M. Pd.Ia lahir di kota Tahu Takwa Kedirseorang ibu yang sangat menginspirasi, English Teacher yang juga adalah Founder Organisasi Masyarakat yang gemar memasak ,suka membaca dan treveling, wanita yang penuh ide, suka berinovasi dan semangat berbagi.karyanya begitu mempesona 
sebelum acara dibuka terlebih dulu kita panjatkan doa teruntuk ibunda bu Musi Syafakillah
 Kuliah tonight akan dibagi menjadi 4 sesi yaitu :
1. Opening
2. Pemaparan Materi
3. Discussion
4. Tutup
Acara kita buka dengan bacaan Basmallah dan doa menururut kepercayaan nya masing-masing,sehubngan bu Musi harus menjaga ibunda, maka kelas hanya sampai pkul 21.00

salam hamggat sebagai sapaan untuk moderator cantik dan kelas belajar malam ini Semoga kegiatan menulis ini menjadi berkah bagi kita semua di masa pandemi Covid-19 dan menjadi penguat imun tubuh kita dan semoga ilmu yang kita peroleh malam ini bermanfaat dunia akhirat. tak lupa capan terimaksih kepada Om Jay atas kesmpatan berbagi ilm di malam ini 

Bu Musi adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8 bersama Sembilan orang lainnya telah lebih dulu   mendapat kesempatan dan tantangan oleh Prof. Ekoji berhasil membuat karya sehingga  berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline.

 
Banyak orang ingin menyelesaikan Karya bukunya denga kesmpurnaan sehingga seolah olah yang ia tulis salah dan takut akan kekurangan sehingga tidak ada hasil, Maka untuk bisa menulis dan menghasilkan buku kita harus bisa mengalahkan ketakutan dari sendiri. Ketakutan itu ternyata  merendahkan potensi kita untuk bisa sukses menulis.
dan untuk menjadi pemenang kita harus mampu menabung jerih payah  berproses untuk  mencapai kesuksesan  MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku.

ketakutan  yang biasanya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
  1. Takut tidak ada yang membaca.
  2. Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
  3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Sebagai seorang Master  Chef  prof Ekoji memberikan menu yang bisa diolah menjadi hidangan yang bisa dinikmati sesuai selera,menulislah sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai."Why not?"Mengapa tidak karena 
dalam Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang kita miliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. 

Is there a book inside you?YES"mengapa tidak, Judul buku yang banyak membuat pemicu setiap orang untuk segera mengeluarkan ide dan merespon dengan sangat cepat dengan kondisi eksisting agar tercapai kesuksesan melahirkan buku.

Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan hidup kita. Berubah adalah kondisi super dan sangat tidak biasa, situasi berbeda, tantangan bergeser, tidak hanya mengajar di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian. namun mampu berjuang menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, hingga menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

Alasan kenapa ingin menjadi penulis adalah :
  1. Mewariskan ilmu lewat buku.
  2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
  3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
Keinginan kuat akan mengantarkan hukum tarik menarik di alam semesta ini.dan alam akan menngkapkan rahasia bahwa kemiripan menarik kemiripan. itulah yang menjaikan Ibu Musi menjadi penulis 
pada materi ini bu Musi membahas buku nonfiksi. 
 Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.Contoh: Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara), Pola ke tiga inilah yang di pakai untuk menulis buku Literasi Digital Nusantara
Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
  1. Pratulis
  2. Menulis Draf
  3. Merevisi Draf
  4. Menyunting Naskah
  5. Menerbitkan
Langkah Pertama adalah Pratulis
  1. Menentukan tema
  2. Menemukan ide
  3. Merencanakan jenis tulisan
  4. Mengumpulkan bahan tulisan
  5. Bertukar pikiran
  6. Menyusun daftar
  7. Meriset
  8. Membuat Mind Mapping
  9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Tema bisa kita pilih sesuai passion kita

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Berita di media massa
  4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  5. Imajinasi
  6. Mengamati lingkungan
  7. Perenungan
  8. Membaca buku
Tema yang diambil dari buku Literasi Digital Nusantara adalah pendidikan.pengambilan Ide berasal dari media massa.
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Pada saat saya menulis di awal pandemi Covid-19, jadi semua referensi berasal dari internet.

Referensi terdiri dari :
  1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
  3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
  4. Penemuan yang telah didapatkan.
  5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya adalah Daftar isi :

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
  1. Pembagian Generasi Pengguna Internet
  2. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
  1. Media Sosial
  2. UU ITE
  3. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
  1. Pengertian
  2. Elemen
  3. Pengembangan
  4. Kerangka Literasi Digital
  5. Level Kompetensi Literasi Digital
  6. Manfaat
  7. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
  8. Kewargaan Digita
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
  1. Keluarga
  2. Sekolah
  3. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
  1. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
  2. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
  3. Membangun Digital Mindset Warganet +62
berdasarkan kerangka yang ditulis, Bu Musi mengikuti langkah Pak Yulius Roma Patandean merupakan alumni gelombang 8, dengan tuntunan Beliau tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. dari Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis. bisa dilihat pada link di Channel youtube beliau:
  •  (https://www.youtube.com/watch?
  • v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Anotomi Buku
  1. Halaman Judul
  2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
  3. Halaman Daftar Isi
  4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
  5. Halaman Prakata
  6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
  7. Bagian /Bab
  8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
  9. Halaman Glosarium
  10. Halaman Daftar Pustaka
  11. Halaman Indeks
  12. Halaman Tentang Penulis
Menulis Draf
  1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
  2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Merevisi Draf
  1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
  2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
  1. Ejaan
  2. Tata bahasa
  3. Diksi
  4. Data dan fakta

  1. Legalitas dan norma

Hambatan ketika menulis
  1. Hambatan waktu
  2. Hambatan kreativitas
  3. Hambatan teknis
  4. Hambatan tujuan
  5. Hambatan psikologi
cara mengatasi hambatan dalam menulis
  1. Banyak membaca
  2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
  3. Disiplin menulis setiap hari.
  4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)
Masuk sesi tanya jawab
Pertanyaan : 
P1 : Musiin saya iin dari tolitoli
ijin bertanya bu,,bagaimana mencari dan memastikan sumber informasi yang valid dijaman sekrang untuk bisa dimuat dalam tulisan nonfiksi?

Jawab :
Di era informasi yang begitu deras ini, dalam hitungan detik informasi baru selalu muncul.dengan cara untuk mengenali apakah informasi itu valid dengan memverifikasi sumber berita. atau dengan Aplikasi plagiarism checker bisa mendeteksi apakah tulisan tersebut copy paste dari tulisan orang lain.

Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. TAKE IT OR LEAVE IT.

Demikian Materi yang sangat apik telah dipaparkan oleh Narasumber pada malam hari ini, dan di moderatori oleh Ms.Phia yang cantik mentup kelas Belajar Menulis dengan ucapan salam untk kita semua .

Memulai adalah langkah awal dari sebah proses,dengan masuk di kelas menulis Om Jay adalah momentum untuk memulai menulis. Pertanyaannya KAPAN LAGI? Atau TIDAK SAMA SEKALI.semua orang bisa menulis, bulatkan tekad, fokuskan tujuan, dan mulai menulis.. menulislah setiap hari maka keajaiban akan datang.


Tran's Murnitea 










Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Trik Cepat Menulis Resume DiBlog