Mengenal Penerbit indie

 Bimillah...

Pertemuan ke 17
Gelombang ke 22 
Narasumber : Mukminin,S.Pd.I
Moderator : Aam Nurhasanh

" jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba, jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang"( RA. kartini) hari  ini 10 November hari Pahlawan semoga kita bisa menjadi pahlawan litersi penerus pejuang sejati.
pertemuan ke-17 InsyaAllah 3 langkah lagi kita bisa menyusu  naskah resumenya untuk dijadikan buku solo hasil pelatihan.  

Malam ini acara di pandu oleh Narasumbe kita Bapak Mukminin,  S.Pd., M.Pd. atau akrab disapa Cak Inin Lahir di Jombang, 6 Juli 1965.Pendidikan tearakhir yang diampuh S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia. saat ini mengajar di SMP I Kedungpring Lamongan, selain itu Cak Inin juga menjadi Penulis buku yang handal. Penerbit buku Kamila Press Lamongan , yang sangat ulet, bahkan karyanya sudah mencetak seseorang berkarya super 'peraih juara 1 Inobel Bunda Emi Sudarwati,  Cak Inin  yang merupakan alumni kelas Belajar Menulis gelombang 8, hasil resume kuliah online bersama Om Jay dan PGRI menghasilkan buku  "Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar" dan dua tahun yang lalu ketika di usia 55 tahun , menulis hingga menerbitkan buku antologi dan buku solo perdana yang terbit "55 Pantun Nesehat"

Ucapan Syukur dengan lantunan doa membuka acara pada amalam hari ini,Memohon kepada Allah S WT agar kita diberi umur panjang sehingga malam ini kita bisa tolobul Ilmi / mencari ilmu.

Materi dengan tema Mengenal Penerbit Indie di monitori oleh Moderator idola saya, Bunda Aam Nurhasanah seorang yang sangat ramah dan sangat baik hati, 

Menurt Cak Inin menulis itu muda apalagi kita hidup di zaman melinial  seperti ini banyak fasilitas yang bisa kita pakai untuk menujang, ada internet sebagai fasilitas , apalagi kita sebagai pendidik yang kesharianya berinteraksi dengan peserta didik yang sangat bervarian karekter dan tingkah polanya bisa diambil untuk kisah dan pengalaman inspiratif dan  kita tulis dan terbitkan menjadi sebuah buku   bermanfaat bagi orang lain.oleh karena itu sebagai penulis sangat diperlukan ketekunan dan perjuangan selain itu kita juga peru adanya tekad dan motivasi 

."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

Ulasan materi kiat sukses menerbitkan buku.
Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat.
1. Prawriting
  • Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).
  • Penulis harus kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
  •  Penulis banyak membaca buku.
2. Drafting
Penulis mulai menulis naskah buku sesuai  yang dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuk kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi
Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yg perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting
Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EBBI. 

5. Publikasi  
Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Penerbit buku ada 2 macam : 
  1. Penerbit Mayor : Persahaan Penerbit berskala besar atau nasional.yang sudah mempunyai Brend dan jarinngan distribusi buku luas dipasaran dengan layanan dan menejemen yang sesuai dibidangnya dianggap sebagai penulis berkualitas oleh para pembaca karena sudah memiliki ISBN ( Internasional Staindard Book Nasional )
  2. kedua penerbit Indhie. adalah Perusahaan Independen atau mandiri sebagai alternatif untuk menerbitkan buku oleh penulis naskah bukan dari penerbitnya.Penerbit indie juga mempyai jarinngan memiliki persentase pasar namun kurang luas, dan tidak semua penulis memiliki ISBN ( Internasional Staindard Book Nasional ).
Perbedaan  Penerbit Mayor dan Penerbit Indie :. 
1. Jumlah Cetakan  
  •  Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal.  1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
  • #Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) 

2.Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

  •  Penerbit mayor : Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan karena  mencetak bukunya secara masal. 1000 eksemplar setiap penerbitan  sehingga  Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
  • Penerbit indie : Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut akan di terbitkan.

 3.  Profesionalitas

  • Penerbit mayor : Penerbit mayor sangat profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
  •  Penerbit indie : Sebagai penulis, harus jeli memilih  penerbit sebagai acuan agar terjamin kualitas dan mutu seperti Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).serta  manajemen pemasaran yang baik sebagai tolak ukuran penilaian awal sebuah penerbitan 

4.  Waktu Penerbitan

  •  Penerbit mayor : Penerimaan naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. banyak alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
  • Penerbit indie :Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yangdi terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu sudah bisa terbit. Karena penerbit tidak fokus pada selera pasar yang banyak tuntutan.dan hanya menerbitkan karya penulis adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

  • Penerbit mayor : kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
  • Penerbit indie : umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

  • Penerbit mayor : Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 
  • Penerbit indie : Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama. 

Demikian materi tentang Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku 
 mayor dan Buku Indie serta perbedaan nya semoga kita bisa memahami dan bermanfaat bagi kita sebagai penulis pemula agar bisa menerbitkan karya - karya tulisan kita.

Akhinya acara ini kami sudahi dengan bacaan Hamdalah.
"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Trik Cepat Menulis Resume DiBlog