Menguak Dapur Penerbit Mayor

 Bismillah perteman ke 22

Salam sehat dan bahagia,Malam ini perteman ke 22 yang dipandu oleh Nara sumber kita Bapak Edi S Mulyanta. Beliau seorang publishing consultan pada penerbit ANDI Yogyakarta,dalam  materi " Menguak  Dapur Penerbit Mayor"didampingi oleh  moderator yang sangat bijaksana Bunda Helwiyah.

 Profil Narasumber kita Bapak Edi S. Mulyanta S.Si, M.T. Pendidikan S2 Magister Teknologi Informasi Fak. Elektro UGM Yogyakarta 2006menjabat sebagai Publishing Consultant & E-Book Development Andi Publisher, Lahir di yogyakarta  Tanggal  24 Mei 1969 mempnyai seorang istri bernama Reno G dan dikarunia 3 orang anak , Hobby Membaca, Menulis, Olah Raga, Musik



Fb : https://www.facebook.com/edis.mulyanta

Weblog : https://www.pbuandi.com http://bukudigital.my.id http://ebukune.my.id

Karya tulis buku

https://scholar.google.co.id/citations?user=tYwUNqsAAAAJ&hl=en&oi=ao

Masa pandemik covid 19 sangat luar biasa berimbas ke berbagai sekto termasuk penerbit Andi,Sejak Maret 2019, penerbit-penerbit berusaha dengan berbagai cara untuk bertahan dan mencoba tetap eksis dengan berbagai caraagar tetap up to date untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya.
Narasumber memberikan penjelasan tentag Konsep dasar penerbitan adalah sama, yaitu mempublikasikan hasil tulisan dari penulis yang menjadi mitrany

Secara materi sema penerbit itu sama yang membedakan hanya spesialisasi pada Genre tertentu untuk lebih fokus dalam produksi maupun pemasarannnya.jumlah angka yang di publication element dalam jumlah buku yang di terbitkan, dan jmlah buku yang disaluran dalam pemasaran yang cukup beragam atau sering disebut Omni channel Marketing selain tentunya outlet di Toko Buku.dan untuk mengatsi Tantangan penerbit Andi membka media-media baru sebagai sarana promosi buku pun berkembang seperti channel Webinar, Podcast, IG Live, WA Group dll, namn uniknya masa pandemik ini buku cetak masih menjadi pilihan pembaca dalam memperluas cakrawala pikirnya. Di samping Elektronik Book juga baryang sekatang dalam tahap embrio berkembang.

Semangat menulis dari penulis-penulis baru sangat luar biasa,sehingga  hampir tidak seimbangi dengan pendapatan penjualan buku maka penerbit Andi melakukan pengereman produksi antisipasi melakukan seleksi-seleksi materi buku yang menarik, dan Menabung naskah sebagai strategi dalam menghadapi pandemi,bila ada kendala dalam proses penerbitan buku.maka disiasati dengan menerbitkan E-Book sebagai sarana media digital buku yang masih sangat muda, namun proses bisnis industri perbukuan belum bisa terangkat dibandingkan dengan buku cetak.

Penerbit Andi mengakui buku cetak akan tetap bertahan. Hanya proses pemasarannya yang berubah mengikuti jaman. E-book akan tetap menarik karena konsep praktis, ramah lingkungan, dan menjanjikan keterbukaan dalam menerima media-media lain sebagai media pengayaannya.Google pn ikut andil dengan sigap eksis di era digital dengan Google Books nya menjadikan konsep digitalisasi e-book sudah mencapai ke industrialisasi digital masa depan.Apalagi adanya konsep baru yaitu konsep Metaverse yang diusung Face Book, dunia digital akan semakin kaya.

Tantangan pada saat medatang bukan hanya pada penerbit, penulis juga hars memiliki kecepatan dalam menguasai teknologi. Dengan konsep multimedia harus diberdayakan. Seperti penulis mempunyai Blog, Channel Youtube, Twitter, Podcast, bahkan Tiktok yang dapat dijadikan sarana promosi tulisan, sehingga penerbit untuk tidak mampu menolak karya tulisan nya. 

Ke depan persaingan tidak hanya pada penerbit namun dengan penulis, tidak akan lagi ada alasan  materi tulisan tidak akan diterbitkan   karena ke depan proses penerbitan bisa dilakukan sendiri oleh penulis. Tere Liye yang dapat memproduksi sendiri tulisannya melalui Google Books. Maka penulis Pintar-pintar penulis dalam mengelola tulisannya.Ada yang dapat dikerjakan sendiri, ada dapat berkolaborasi penerbit Ada yang dapat dikerjakan sendiri, Semua akan berjalan bersama tanpa mergikan dengan lainya bahkan menjadi lebih berwarna dan saling menguntungkan dari penulis dan penerbit,, hingga pembaca buku dengan terbentuknya dunia digital yang cukup menjanjikan ke depannya. 

Narasmber juga memberikan Pelajaran tentang karakteristik penerbit pada kita diantaranya:
  1. .Penulis harus mempelajari  karakteristik penerbit, karena penerbit mempunyai kekhasan sendiri-sendiri. 
  2. Penulis menuliskan tulisanya di aplikasi Wattpad, follower 
  3. Apabila ingin merambah ke  Penerbit minor, hars tetap kreatif dalam menjaring penulis. Dengan banyaknya syarat-syarat kenaikan pangkat guru, dosen, hingga guru besar, menjadikan penerbit-penerbit saling bersaing mengisi peluang tersebut
  4. Menjaga kejujuran, jaga idealisme, dan selalu belajar dari berbagai genre tulisan orang lain.
Pertanyaan 
Untuk menulis buku yg tembus penerbit mayor tentunya tidak mudah, apa saja trik dan kiat2 apa untuk memudahkan agar tulisan kita bisa diterbitkn di penetbit mayor 

Jawaban 
 Sebagai penulis harus peka dengan isue-isue baru atau Tema-tema baru seperti seperti penguatan Pancasila, Attitude Pelajar, Softskill dan lain-lain, sehingga peluang untuk mengangkat tema itu akan sangat diminati penerbit.segera Buat proposal tulisan ke penerbit.

Pertanyaan:
Sebagai guru  kepandaian saya dalam menulis belm untas , apalagi membuat karya tulis yg masuk penerbit mayor.apa yg harus saya lakukan

Jawaban:
Kepandaian seorang guru adalah mengajar di depan kelas. Gutu dapat  merekam proses belajar di depan kelas tersebut. Dari rekaman tersebut dapat diceritakan, prosesnya, adaptasinya, kesan murid dalam belajar. Nah hal tersbut insyaallah akan menjadi sebuah tulisan yang menarik.dengan menambah bahan bacaan (Background Reading) sebagai penguat tulsan.

Demikian pemaparan dari Narasumber Bapak Edi S Mulyanta.Pelajaran ini menambah semangat dan motivasi bagi kita calon penulis untuk tetap belajar sebagai media pengayaan.

Tran's Murnitea

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Trik Cepat Menulis Resume DiBlog