Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Bismillah....
Pertemuan ke : 13
Gelombang : 22
Narasuber : Susanto, S.Pd.
Moderatot : Rosmiyati
Puji Syukur marilah kita panjatkan Kehadirat Allah SWT , Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan berbahagia, dan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti kegiatan belajar malam ini.
Pertemuan malam ini Narasumber kita Bapak Susanto, S.Pd. atau biasa disapa Pak D, akan menyampaikan materi “Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan”.
Dan Seperti biasa, Perteman malam ini dibagi menjadi 4 sesi:
1. Pembukaan
2. Penjabaran materi
3. Sesi Tanya Jawab
4. Penutup
Sebelum acara di mulai Moderator membuka dengan mengucapkan Basmallah Agar mendapatkan keberkahan dan rida Allah, Selanjutnya kita berdoa sejenak sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Untuk mengenal lebih jauh maka sejenak kita baca biodata beliau, Ibarat kata Tak kenal maka tak sayang
- Nama lengkap : Susanto
- Nama Komunitas : Pak D
- Tempat, tanggal lahir : Gombong Kebumen, 29 Juni 1971
- Jenis kelamin : Laki-Laki
- Pekerjaan : Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumater Selatan
- Pendidikan : S1 Pend. Bhs. Indonesia, S1 Pend. Guru SD
- Alamat lengkap : Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo, Kec. Tugumulyo,
- Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan
- Nomor HP/WA : 081373353014
- Alamat blog pribadi : www.blogsusanto.com
- Akun media sosial : a. Facebook: https://www.faceboo. b. Twitter: @antok_c. Instagram: @susanto_eni
Narasmber juga alumnus BMMWABO&PGRI G-15 Belajar Menulis melalui WA Bersama Omjay & PGRI Gelombang 15
Moderator memberikan waktu kepada Narasumber untuk menyampaikan materi .
Beliau menyapa kita dengan sangat ramah, "Selamat malam, salam sejahtera Bapak dan Ibu
Assalaamualaikum wr. wb.dan Beliupn mengcapkan Terima Kasih Omjay sebagai maha guru dan kepada Moderator: Kak Ros
tidak lpa Beliau juga memohon izin,untuk bergabung bersama kita para peserta dalam kelas menulis Gelombang 21 & 22.
Acara malam ini Pak D, akan memulai dengan menyampaikan tujuan materi belajar kita ,
Setelah membaca, menyimak, dan/atau menyaksikan video tentang proofreading dan Pediman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, peserta KulWap dapat:
- Menjelaskan pengertian proofreading
- Menjelaskan hal-hala yang menjadi objek proofreading
- Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya.
Narasumber diberi kesmpatan untuk melakukan uji baca naskah-naskah'"proofreader ataupun editor profesional"
Beberapa buku karya teman yang saya ikut di dalamnya sebagai editor di antaranya:
- Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
- Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021.
- Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021.
- Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
- Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
- Purwakarya Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)
- Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021.
Pernah juga r diberi kesempatan menjadi editor buku Blogger Milenial, Ibu Maysaroh
Beberapa waktu lalu, Narasmber baru selesai menguji baca dan mengedit tulisan teman blogger yang mau bikin buku Solo agar lulus dan mendapat Sertifikat Pelatihan Menulis ini.
Memaski Materi yang lebih dalam Narasumber menjabarkan bahwa :
- Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan,
- tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.
- logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Sehingga bisa di tarik kesimpulan Bahwa tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami.
Proofreader harus dapat mengenali:
- apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
- susunannya sudah tepat atau belum
- substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pemba
Mengapa harus melakukan proofreading?
1. Proofreading oleh penulis
Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan dan itu di lakukan pada kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.HANYA DAN HANYA JIKA tulisan / naskah buku sudah selesai
2. Proofreading oleh "orang lain"
Jika proofrading dilakukan oleh penulis setelah naskah diendapkan, maka ketka melakukannya, ia bertindak sebagai "CALON PEMBACA"
lakukan Langkah - langkah editing."
- Langkah Pertama : Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
- Langkah Kedua : Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
- Langkah Ketiga : Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
- Yang keempat :
- Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
- Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
- Konsistensi nama dan ketentuannya
- Perhatikan judul bab dan penomorannya
proofreading dilakukan oleh penulis Jika naskah sudah selesai, lakukan proofreading setelah naskah diendapkan beberapa saat.Untuk ini, penulis mestilah menguasai EYD (sekarang PUEBI) dan kata-kata baku di KBBI
agar pembaca nyaman di harapkan tidak adanya kesalahan :
- kesalahan penulisan (typo),
- Kesalahan lain misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Cara mudah melakukan proofreading terutama pada ejaan
- Setelah tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau.
- Baca tulisan pada jendela pratinjau
- Jika ada kesalahan penulisa, blok kata yang salah lalu di copy
- Tempelkan salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
- Akan muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol simpan atau CTRL + S
- Buka jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5
Begini ilustasinya, namun saya menggunakan Wordpress dengan mode penulisan Classik
dan saatnya moderator mulai membuka sesi tanya jawab dengan kode P1 artinya Pertanyaan 1. Mohon Pak D Susanto beri kode “N” artinya Next untuk melanjutkan pertanyaan berikutnya. Terima kasih.
Pertanyaan Pertama yang saya ambil dari :
bagaimana strategi yang baik agar tulisan yang kita publikasikan itu menarik, bisa diterima logika, mudah di fahami dan terkesan mengedukasi bahkan menghipnotis para pembacanya, terima kasih Pak Narsum,,,,,
Di Jawab dengan rapi oleh Narasumber :
Agar menarik, strateginya:
- Tulisan sesuai dengan tema yang dibahas, mengandung unsur yang diperlukan, SIDAMBA terjawab: SIapa, Di mana, Apa, Mengapa, Bagaimana, dan Kapan terpenuhi sesuai tema.
- Struktur kalimat yang digunakan baik dan benar S-P-O-K nya. Apakah kalimat tunggal atau kalimat majemuk. Jika kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat, tulis dengan struktur yang baik dan benar.
- Upayakan tidak ada kesalahan ejaan/penulisan/pemenggalan kata
- Pilihan kata bagus, kata baku yang digunakan sesuai KBBI
P2 : Tanpa nama
- Apakah perbedaan proofreading dan editing ?
- Apakah pekerjaan editor sama dengan proofrider?
- Apakah proofreading berlaku juga untuk dokumen-dokumen penting?
Di jawab :
editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.
Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Sebelum acara tanya jawab di tutup oleh Moderator dan sebelum closing ada Contoh sederhana proofreading:
Teks asli
Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.
Teks Perbaikan
Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.
Demikian akhirnya acara malam ini hars di sudahi dengan closing dari Nara sumber "Kuman di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tidak tampak"Demikian pula menulis, jadi perlu orang lain untuk ikut membaca tulisan kita.
Kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus.
Teriam kasih atas ilmu dan kebersamaannya Pak D. Semoga Pak D sehat selalu dan ilmunya berkah bagi kita semua.
Teriam kasih Moderator yang telah mengatur waktu dengan baik
Teriam kasih Om Jay yang selal mendukung acara malam ini...
Semoga kita selalu dalam Lindungan Allah SWT
Tran'Murnitea 22,02
Lanjuut say buku solo
BalasHapusBaik bunda kita sukses bersama
BalasHapus