Murniasih,S.Pd.I Lahir di
Tegal, 8 Juni 1974, Menempuh pendidikan mulai dari MI dan Mts Islamiyah di Kemantran Kramat Tegal. SMA di Penawaja
Tegalarum Tegal. Program D-2 PGMI
di STAIBN Tegal Tahun 2004. S-1 Tarbiyah di STAIBN Tegal lulus tahun 2011.
TULISAN MURNI UNTUK PAK JOKOWI
Oleh Murniasih,S.Pd.I
Dear Pak
Jokowi “Bapak Bangsa kita, Bangsa Insonesia”, Semoga Bapak selalu
dalam keadaan sehat sejahtera dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Perkenalkan
saya Murniasih,S.Pd.I. seorang ustadzah mengajar di sebuah sekolah swasta di pinggiran
Kota Pantura, Desa Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Sekolah kami adalah sekolah yang bernuansa
agamis mengedepankan Akhlak sebagai pondasi jiwa anak, melestarikan hafalan
murotal Alqur’an sebagai pembiasaan sarapan pagi. Sholat Dhuha dan Dhuhur berjamaah
kami lakukan setiap hari untuk bermunajat kepada keagungan Ilahi berdoa untuk
kemajuan negeri.
Pak
Jokowi....saya guru swata yang sudah berdarma bhakti selama 26 tahun terlewati, asam garam kurikulum sudah
pernah saya cicipi untuk mengajarkan, menjaga dan memelihara jiwa peserata
didik menjadi seorang yang berakal terbuka, dan bernurani sesiau amanat
undang-undang dasar 1945 yang berlaku di bumi pertiwi.
UUD 1945 pasal 31 ayat (1)
menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3)
menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia
dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa yang diatur undang-undang.
Untuk itu saya dan seluruh
guru yang beranaung di sekolah kami berusaha dengan keras memberikan kesempatan
yang sama untuk seluruh siswa, memberikan pembelajaran yang sama sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya masing-masing untuk memperoleh pendidikan yang
berkualitas dan agar kelak mereka mampu membebaskan dirinya dari kebodohan dan
ketidaktahuan, sehingga secara material siswa dapat mengangkat derajat taraf
kehidupannya kelak di masyarakat.
Pandemi Corona pada pertengahan Desember
2019 menerpa seluruh
manusia dimanapun ia berada tak terkecuali negara kita tercinta. Desa kami seakan mati
suri dengan berita mengenai penyebaran virus. Virus crona dengan sifatnya yang mudah menular dan cepat beradaptasi di
segala kondisi menimbulkan kepanikan, semakin mencuat dan melebar di segala lini, merebak hingga
mengakibatkan Intitusi Pemerintahan seperti Dinas Pendidikan melakukan
kebijakan yang dikepalai oleh Mas mentri Nadiem Makarim memberlakun Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang
Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).
Proses pembelajaran sebagaimana mestinya dilakukan dengan cara pemberlakuan tatap maya atau pembelajaran secara DARING dikenal dengan PJJ. Ya Pembelajaran Jarak Jauh merupakan pembelajaran
baru yang
asing, di
luar kebiasaan kami. Hingga
mengakibatkan shock pada awal penerapannya baik bagi siswa maupun guru. Kami dipaksa untuk
melakukan transformasi proses pembelajaran yang berbasis internet atau pembelajaran secara
virtual .
Kami orang pinggiran yang dangkal
dengan ilmu pengetahuan internet merasa keteteran, bingung harus mulai dari mana ?. Sehingga kami sebagai guru berusaha sedapat mungkin beradaptasi dan
bealajar agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan
berhasil sebagai : model, perencana, peramal,
pemimpin, dan penunjuk jalan atau pembimbing ke arah pusat-pusat belajar.
Walau dengan jalan
tertatih-tatih dari rumah ke rumah saya memetakan dan membentuk
kelompok yang rumahnya berdekatan melalui home
visit agar siswa bisa terus belajar tanpa kendala, terus berupaya memberikan
informasi dan inovasi pembelajaran, ketrampilan
literasi digital kepada siswa kami.
Masa
pademi mengajarkan kita banyak arti,memberi dan meneladani. Kini semua bisa
terlewati dan hikmahnya kini kompetensi dan keterampilan
kami dalam pembelajaran berpadu teknologi informasi kami mulai kuasai sesuai
dinamika zaman. Semua kami lakukan untuk
melayani pembelajaran daring yang fleksibel dan mempermudah
pemberian materi pelajaran kepada siswa-siswa kami,
Begitu keras
dinamika selama
pembelajaran DARING bagi kami guru – guru swasta dengan honor yang amat minim, tidak bisa ada pembanding, kami tetap berjalan
dan berjuang menghadapi aral merintang. Pademi covid-19 dapat kami atasi dengan kekokohan jiwa raga. Namun ketika ada
kabar yang kata orang mengembirakan sampai membuat hati merasa bergetar ...
PPPK yang awalnya kami harapkan akan menjadi angin surga, nyatanya kami guru-guru swasta kembali harus bersabar, tertahan kebijakan
pemerintah dengan tetap dimenomer duakan. Kami yang hidup dipinggiran memohon kepada Pak JOKOWI Presiden RI yang
kami cintai, agar kiranya kami diberi kesempatan
menapak masa depan dengan harapan dinomer satuan oleh penguasa kebijakan.
Hargai peluh keringat kami selama pengabdian, bukan hanya dicatat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Yang kami butuhkan
agar legalitas kami sebagai bagian pegawai Negeri yang turut
andil mencerdaskan ibu pertiwi dapat diakomodir.
Pak Jokowi yang baik
hati... lihatlah tulisan Murni, dari mereka yang berjuang untuk memerdekakan
diri, kinerja kami lebih bisa diperhitungkan, kompetensi ilmu kami bisa
dipertanggngjawabkan, inovasi dan kreativitas kami selalu dikedepankan untuk
lebih mensejajarakan akal fikiran dan pembelajaran.
Semoga kami diberi
kesempatan disaat ada hajat besar, barokallahu fi ilmi. Terimalah Salam tak’zim dan hormat kami dari guru-guru pinggiran di Kota Pantura
teruntuk Pak Jokowidodo ”Bapak tauladan kami, Bapak
Presiden RI”
Profil Penulis
Pada tahun
1993 Wiyata Bhakti di MI Kendayakan dibawah kaki gunung gajah kabupaten tegal selama
1 tahun dan berhenti karena pindah domisili.
Dari
tahun 1995 sampai sekarang
mengabdikan diri di SD Muhammadiyah Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabpaten Tegal. Tahun 2008-2017 (dua
periode ) menjabat sebagai Kepala Sekolah. Mempunyai tiga buah hati yang sholih
dan sholiha dari suami
yang sangat pengertian
dan mendukung setiap kegiatan yang diamanahkan.
Pembaca dapat menghubungi penulis di nomor Hp/Wa : +62
815-4816-9542 atau di email : murniasih74tea@gmail.com
Bloger :
murniasihteagurubelajar
Komentar
Posting Komentar