Nama : Murniasih Calon Guru Penggerak Angkatan 9, 

Unit Kerja : SD Negeri Pepedan 02 Kab. Tegal 

 

 TRAPESIUM USIA, REFLEKSI DAN PERAN GURU PENGGERAK

1.Refleksi

Setiap momen dalam kehidupan kita merupakan pembelajaran, bahkan ada momen yang terjadi di masa sekolah dan mungkin dapat di rasakan dan mempengaruhi saya huidup saya di masa sekarang ini.

Pada tugas Modul 1.2.a.3 Mulai dari diri, Nilai – nilai dan Peran Guru Penggerak.Saya harus membuat trapesium Usia.

Setelah membuat trapesium Usia saya dapat mengaitkan Dari banyak momen yang terjadi saat duduk di bangku sekolah, ada dua cerita menarik yang mungkin bisa diceritakan mengenai kejadian negatif yang tidak menyenangkan dan satu kejadian positif yang dapat menjadi dorongan untuk pengembangan diri. 

Satu hal negatif yang pernah saya alami ketika duduk dibangku sekolah Dasar adalah Ketika Ujian Sekolah yang menginduk di sekolah lain yang jauhnya 3 Km, dan saya beserta teman -teman harus naik sepeda karena di jaman dahulu tidak ada kendaraan umum.

Karena jauh saya mengalami keterlambatan masuk di hari pertama Ujian, Pengawas ujian tidak mentolerin keterlambatan saya karena saya tidak punya sepeda dan harus meminjam dulu di tetangga, sehimgga saya hanta mendapatkan waktu sedikit berkurang dari teman- teman dan yang masih teringat hingga sekarang saya harus berdiri di luar kelas sendirian beberapa waktu sampai akhirnya sya di perbolehkan masuk kelas.

Selisih usia saat saat itu hingga usia saat ini 37 tahun.

Kemudian hal positif yang membekas sampai sekarang, saat itu saya berusia 17 tahun di sekolah saya bukan anak yang teralalu berprestasi di bidang akademik , namun saya aktif di setiap kegiatan sekolah.

 Sehingga saya dikenal oleh semua guru dan siswa di sekolahku, beberapa kali saya menang dikejuaran seni tingkat kecamatan dan aktif di kegiatan Kepramukaan karena dukungan dari guru yang menjadi guru favorit di sekolah kami.

Suatu Ketika ada pemilihan ketua Osis, persaingan sangat ketat bahkan ada yang membuat Plamfet yang ditempel dimading kelas dan mading Sekolah.

Saya mendapat bimbingan dan motifasi dari guru kelas, dan dukungan dari teman – teman kelas saya untuk maju menjadi kandidat ketua Osis. Dan Puji Syukur saya mendapat suara terbanyak dan di kukuhkan menjadi Ketua Osis.

Selisih usia saat saat itu hingga usia saat ini 32 tahun.

Refleksi saya atas kejadian tersebut :

Meskipun usia sudah terpaut jauh 32 – 37 tahun yang lalu namun peristiwa dan kenganan tersebut masih teringat jelas dan bermakna, baik peristiwa positif maupun negativakan nmendapat tempat tersendiri di relung hati.

Pengalaman akan membentuk kedewasaan seseorang. Guru yang kaya akan pengalaman tentu akan mempunyai prior knowledge pengetahuan awal yang lebih banyak dibanding meraka yang misksin pengalaman. Pengalaman inilah yang akan digunakan guru ketika berhadapan dengan perserta didik dengan perlakuan yang berbeda karena setiap individu itu unik.

Denga melihat kasus pertama dan kedua tersebut, tentunya menginspirasi saya sebagai pendidik,diantaranya sebagai guru saya harus mengembangkan karakter, minat, bakat serta potensi peserta sisik dengan melihat keunikanya, menjadi fasilitator dan motivator dalam proses pembelajaran serta saya akan mendengarkan peserta didik sebelum memberikan perlakukan.

Nilai yang dipercaya dari seorang Guru

Peran yang selama ini sayan mainkan sebagai guru kelas dengan melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan serta menjadi pemimpin pembelajaran. Saya juga mencoba menjadi coach bagu guru yang lain dan menjadi agen perubahan disekolah.

Guru adalah seorang penuntun bukan penuntut. Guru sebagai penuntun sudah seharusnya dapat memberikan contoh dan teladan bagi siswanya dalam menjalani kegiatan di sekolah. Selain itu guru juga harus mengarahkan siswa untuk mampu membawa siswa meraih masa depan yang cemerlang sesuai dengan kodrat mereka masing-masing. 

Peran Seorang Guru

Dalam proses pencapaian keberhasilan siswa di sekolah tidak lepas dari peran guru dan seluruh warga sekolah. Guru sebagai penuntun memang seharusnya dapat mendorong siswa untuk dapat mewujudkan cita-cita siswa sesuai dengan kodrat mereka. 

Dengan menjadi guru sebagai penuntun yang baik, dikemudian hari siswa akan mengingat dan merekam kejadian positif yang terjadi ketika mereka masih duduk di bangku sekolah. Tak khayal bahwa saat mereka dewasa nanti akan selalu teringat dengan peran guru tersebut.

2.Nilai dan peran Guru Penggerak

 Apa Nilai- nilai dalam diri saya membantu saya membantu saya mengggerakan murid, rekan guru serta komunitas di sekolah saya?

Saya seorang guru yang komunikatif dan perhatian terhadap tumbuh kembang siswa dan sya merupakan orang yang Hambel, sehingga saya mudah berkolaborasi dan bersinergi dengan semua guru,teman sejawat, orangtua siswa, dilingkungan  masyarakat sekolah.

Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Trik Cepat Menulis Resume DiBlog